Postingan

KAJIAN EPISTEMOLOGI SAINS & FISIKA TERMODINAMIKA MATERIAL Batas Akhir Penanggalan Radiometrik dan Informasi Fisik: Analisis Termodinamika Penghapusan Jejak Peleburan Alamiah A Critique on the Epistemological Limits of Isotopic Dating in Cyclic Cosmic Systems Drs. P. K. Alam & Tim Peneliti Epistemologi Fisika Dipublikasikan dalam Draf Kajian Terbuka Fisika Murni dan Filsafat Sains

BATAS AKHIR PENANGGALAN RADIOMETRIK DAN INFORMASI FISIK: ANALISIS TERMODINAMIKA PENGHAPUSAN JEJAK PELEBURAN ALAMIAH (A Critique on the Epistemological Limits of Isotopic Dating in Cyclic Cosmic Systems) ABSTRAK Penanggalan radiometrik acap kali ditafsirkan oleh publik secara keliru sebagai alat ukur "usia absolut dari suatu materi". Penelitian ini membedah batas epistemologis penanggalan atom berdasarkan prinsip termodinamika material dan mekanika kuantum. Melalui analisis fasa pembekuan terakhir ( last cooling event ) dan prinsip penghapusan informasi ( Landauer's Principle ), makalah ini membuktikan secara fisik bahwa setiap peristiwa peleburan total ( total remelting ) bertindak sebagai tombol reset mutlak bagi struktur kristal dan rasio isotop peluruhan. Sebagai konsekuensinya, berapa kali suatu materi telah dibuat, dilebur, dan dicetak ulang di alam semesta merupakan variabel fisik yang tidak akan pernah dapat diketahui atau dihitung oleh instrumen sains apa pun. Kat...

ANGGARAN DASAR LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT GAPERA

ANGGARAN DASAR LEMBAGA  SWADAYA MASYARAKAT GAPERA Untuk mencapai masyarakat adil dan makmur materil maupun spiritual perlu dilaksanakan pembangunan di segala  bidang kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu :Ekonomi, Politik, Sosial dan Budaya. Sebagai warga negara mempunyai hak dan kewajiban  yang sama dalam pembangunan untuk memacu partisipasi masyarakat dalam pembangunan maka dibentuk suatu wadah sebagai mediator dan fasilitator dalam mencapai tujuan pembangunan. Atas Asung Wara Kerta Nugraha Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh rasa tanggung jawab maka dibentuk suatu wadah yang berlandaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yaitu LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT GAPERA Untuk mewujudkan maksud tersebut bersama ini dibuatlah ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT GAPERA. ANGGARAN DASAR LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT GAPERA BAB I NAMA, SIFAT, BENTUK DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA Perkumpulan ini bernama “LEMBAGA SWADAYA MASYAR...

Survey Kunjungan Wisatawan Ke Objek Wisata Tanah Lot Tahun 1999

DAFTAR KUNJUNGAN KE OBJEK WISATA TANAH LOT DESEMBER 1999 Minggu Orang Dewasa Anak-Anak I 55511 2162 II 74961 2004 III 29276 2321 Jumlah 159748 6487 X perhari 7607 216 sumber : "Gapera"/observasi Rata-rata kunjungan pertahun 1. Untuk orang dewasa :                                     = 7607 x 360 hari                                     = 2.738.520 orang 2. Untuk anak-anak :          ...

Studi Kelayakan Pengelolaan Obyek Wisata Tanah Lot Tahun 1999

PENGELOLAAN OBJEK WISATA TANAH LOT OLEH DESA ADAT BERABAN A. LATAR BELAKANG Berdasarkan atas pemberian hak otonomi kepada setiap daerah, untuk mengatur dan mengelola sumber-sumber produksi yang dimiliki, di dalam membangun dan mengembangkan tatanan perekonomian daerah yang berorientasi terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Desa Adat Beraban yang memiliki sumber daya potensial dari sektor pariwisata seperti objek wisata Tanah Lot, merupakan kekayaan (asset)  Desa Adat Beraban seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan kemajuan Desa Beraban, tanpa mengesampingkan nilai dan sifat-sifat religius yang ada. Lebih dari 20 tahun pengelolaan objek wisata Tanah Lot selalu mengutamakan kepentingan pribadi (individu). Hal ini terbukti dengan tidak pernah dilibatkannya Desa Adat Beraban dalam proses pembangunan maupun perencanaan pengembangan. Oleh karena itu banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan yang mengarah kepada kesenjangan antara masyarak...

A. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN DI BADAN PENGELOLA OBYEK WISATA TANAH LOT.

A. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN DI BADAN PENGELOLA OBYEK WISATA TANAH LOT. B. Latar Belakang Semenjak tahun 2000, Obyek dan daya tarik wisata tanah lot melaksanakan reformasi manajemen, dari manajemen yang sifatnya personal menjadi manajemen baru dengan membentuk Badan Pengelola Obyek wisata Tanah lot dengan struktur organisasi terdiri dalam empat bagian yaitu bagian operasional, Bagian promosi, Bagian pengembangan, dan bagian sarana prasarana. Bagian operasional dipimpin oleh manajer, yang bertugas untuk perencanaan dan pelaksanaan operasional yang terdiri dari perencanaan sumber daya manusia dan perencanaan pelayanan pariwisata. Pada tahun pertama yaitu di tahun 2000, manajemen operasional merekrut 80 tenaga kerja yang dibagi dalam departemen dan tenaga manajemen, sesuai dengan keahlian , fungsi dan kebutuhan pada saat tersebut, yaitu departemen pasar, departemen tiket, departemen keamanan, departemen humas, departemen parkir, departemen kebersihan da...

PENGARUH PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PRIMA DI BADAN PENGELOLA OBYEK WISATA TANAH LOT

Gambar
A. Pendahuluan Pentingnya program pelatihan dan pengembangan akhirnya menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman karyawannya di semua level organisasi. Perusahaan haruslah mampu mengidentifikasi kebutuhan organisasi, individu, model dan jenis pelatihan dan pengembangan serta departemen/level yang akan dilatih agar dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai sehingga membuka peluang terjadinya alih ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman untuk pekerjaan yang lebih baik di masa depan. Pelatihan (training) bisa diartikan sebagai setiap aktivitas formal dan informal yang memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan peningkatan tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan. Pelatihan sebenarnya melibatkan lebih dari sekedar pembelajaran. Pelatihan mencakup pembelajaran untuk melakukan sesuatu dan jika itu berhasil, maka hasilnya terlihat dalam melakukan sesuatu secara berbeda. (Suryana, 2006). B....

SPIRITUAL DI TEMPAT KERJA

Gambar
A. Latar Belakang Perubahan teknologi yang pesat menghasilkan tekanan yang begitu besar, yang terkadang membutakan manusia dengan kecerdasan spiritual rendah dalam menjalani visi dan misi hidupnya, membuat ia lupa melakukan refleksi diri dan lupa menjalankan perannya sebagai bagian dari komunitas.Kesibukan kerja dan keberhasilan yang dicapai tidak diamalkannya untuk penciptaan arti dan nilai bagi lingkungan. B. Permasalahan 1. Bagaimana membentuk kecerdasan spiritual yang tinggi di tempat kerja? 2. Apakah manfaat dari pelaksanaan spiritual di tempat kerja ? C. Pembahasan Manusia memiliki pikiran dan roh, ingin mencari arti dan tujuan, berhubungan dengan orang lain dan menjadi bagian dari komunitas. Oleh karenanya,organisasi perlu membentuk budaya spiritualitas di lingkungan kerja. Organisasi yang bersifat spiritual membantu karyawannya untuk mengembangkan dan mencapai potensi penuh dari dirinya (aktualisasi diri). Robbins & Judge dalam bukunya yang berjudul Organizatio...

PENILAIAN PRESTASI KERJA

1. Cara Mahmud memberikan penjelasan objektif dan jujur kepada Sunarti adalah sebagai berikut : a. Mahmud harus mengkomunikasikan atau menyampaikan kepada Sunarti dalam keadaan tenang, dan disampaikan langsung berdua, tidak di depan teman-teman Sunarti. b. Mahmud harus menyampaikan secara detail atau terinci serta menyeluruh hasil evaluasinya, yang didasari atas joblist report, tentang kelemahan-kelemahan yang dilakukan Sunarti yang tidak sesuai dengan SOP. c. Sebelum menyampaikan secara menyeluruh seharusnya Mahmud menyampaikan dalam morning breafing, tentang pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai dengan target yang ditentukan. d. Mahmud harus menyampaikan kelebihan Sunarti, disamping kelemahan-kelemahan, dan kelemahan tersebut dijadikan kalimat positif atau motivasi oleh Mahmud untuk meningkatkan kinerja Sunarti. 2. Alasan Sunarti tidak menyetujui hasil penilaian Mahmud adalah sebagai berikut : a. Karena Mahmud didalam melakukan penilaian kemungkingan sesuai dengan ingatan Mahmud d...